Kamis, 29 Mei 2014

PIDATO

PIDATO (UFORIA KELULUSAN)
Assalamu’alaikum wr.wb
Allhamdulillahirrobil alamin, wabihi nastag’in waalaumuriddunya waddin, waalla alihi washohbihi ajma’in, amaba’du.
Yth Bapak Bupati Bojonegoro / yg mewakili, Bakesbangpol dan linmas, Bapak kepala sekolah smkn ngasem, Bapak ibu guru, dewan juri dan teman temanku yang saya sayangi.
Pertama-tama marilah kita panjatkan puja-dan puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kita rahmad, taufiq, hidayah serta inayahnya kepada kita semua, sehingga kita bisa berkumpul disini dalam keadaan sehat walafiat, aamiin
Kedua, sholawat serta salam tetap tercurahkan kepada junjungan kita baginda Nabi besar Muhmmad SAW yang kita nantikan syafaatnya pada yaumul kiyamah nanti.
Ketiga, saya mengucapkan banyak terima kasih karna telah diberikan kesempatan untuk berpidato.

Pada kesempatan ini saya akan sedikit menyinggung mengenai uforia kelulusan yang menjadi problematika di setiap tahunnya. kebanyakan  Para pelajar mewujudkan ekspresi rasa senangnya, suka cita  dengan aksi corat coret baju seragam dan rambut, corat coret tembok, berkonfoi bersama mengelilingi kota, Bahkan pesta miras, mabuk-mabukkan, sampai pelcehan seksual  dan tanpa disadari bahwa hal ini dapat mengakibatkan dampak yang negatif,.

Hadirin yang saya hormati

Perlu diketahui dampak dampak yang ditimbulkan dari aksi tersebut diantaranya, macet, semrawutnya lalu lintas bahkan bisa sampai mengakibatkan kecelakaan, dan perayan suka cita yang seperti  ini merupakan hal yang dilarang, karena dalam perayaan tersebut berisi banyak pelanggaran norma –norma seperti mabuk-mabukan, pelecehan seksual dan melanggar tata tertib lalu lintas .

                Hadirin yang saya hormati

Alangkah baiknya kita merayakan suka cita itu dengan berdo’a bersama untuk mewujudkan rasa syukur kepada Allah SWT atas semua yang telah diberikannya. Melakukan bakti sosial, silaturrahmi kerumah bapak ibu guru untuk mengucapkan rasa terima kasih atas bimbingannya selama 3 tahun. Dan disamping itu semua, peran aktif pihak sekolah dan orang tua sangatlah vital, dalam rangka untuk mengubah tradisi yang sia sia dalam mengisi kelulusan ini, maka dari itu dipelukan inisiatif  untuk mengumumkan  kelulusan, mungkin bisa dilakukan dengan menggunakan media pos, maupun internet, sehinnga siswa tidak sampai datang ke sekolah, yang akan menimbulkan konvoi, dan yang lebih penting lagi, sosialisasi akan dampak negatif dari tradisi ini, haruslah sesering mungkin dilakukan baik dari semua pihak, harus diberikan sangksi yang tegas terhadap siswa yang melanggarnya, hal ini ditujukan untuk memberikan efek jera, shg kegiatan dan tradisi ini tidak dilakukan lagi oleh adik-adiknya pada kelulusan berikutnya.


                Demikian yang dapat saya sampaikan kurang lebihnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Wabillahitaufiq walhidayah wardho walinayah , Wasalamu’alaikum Wr.Wb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar