PIDATO (UFORIA KELULUSAN)
Assalamu’alaikum wr.wb
Allhamdulillahirrobil
alamin, wabihi nastag’in waalaumuriddunya waddin, waalla alihi washohbihi ajma’in,
amaba’du.
Yth Bapak Bupati
Bojonegoro / yg mewakili, Bakesbangpol dan linmas, Bapak kepala sekolah smkn
ngasem, Bapak ibu guru, dewan juri dan teman temanku yang saya sayangi.
Pertama-tama marilah kita panjatkan
puja-dan puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kita rahmad,
taufiq, hidayah serta inayahnya kepada kita semua, sehingga kita bisa berkumpul
disini dalam keadaan sehat walafiat, aamiin
Kedua,
sholawat serta salam tetap tercurahkan kepada junjungan kita baginda Nabi besar
Muhmmad SAW yang kita nantikan syafaatnya pada yaumul kiyamah nanti.
Ketiga, saya mengucapkan banyak terima kasih karna
telah diberikan kesempatan untuk berpidato.
Pada kesempatan
ini saya akan sedikit menyinggung mengenai uforia kelulusan yang menjadi
problematika di setiap tahunnya. kebanyakan
Para pelajar mewujudkan ekspresi rasa senangnya,
suka cita dengan aksi corat coret baju
seragam dan rambut, corat coret tembok, berkonfoi bersama mengelilingi kota,
Bahkan pesta miras, mabuk-mabukkan, sampai pelcehan seksual dan tanpa disadari bahwa hal ini dapat mengakibatkan
dampak yang negatif,.
Hadirin yang
saya hormati
Perlu diketahui
dampak dampak yang ditimbulkan dari aksi tersebut diantaranya, macet,
semrawutnya lalu lintas bahkan bisa sampai mengakibatkan kecelakaan, dan perayan
suka cita yang seperti ini merupakan hal
yang dilarang, karena dalam perayaan tersebut berisi banyak pelanggaran norma –norma
seperti mabuk-mabukan, pelecehan seksual dan melanggar tata tertib lalu lintas .
Hadirin
yang saya hormati
Alangkah baiknya kita merayakan
suka cita itu dengan berdo’a bersama untuk mewujudkan rasa syukur kepada Allah
SWT atas semua yang telah diberikannya. Melakukan bakti sosial, silaturrahmi
kerumah bapak ibu guru untuk mengucapkan rasa terima kasih atas bimbingannya
selama 3 tahun. Dan disamping itu semua, peran aktif pihak sekolah dan orang
tua sangatlah vital, dalam rangka untuk mengubah tradisi yang sia sia dalam
mengisi kelulusan ini, maka dari itu dipelukan inisiatif untuk mengumumkan kelulusan, mungkin bisa dilakukan dengan
menggunakan media pos, maupun internet, sehinnga siswa tidak sampai datang ke
sekolah, yang akan menimbulkan konvoi, dan yang lebih penting lagi, sosialisasi
akan dampak negatif dari tradisi ini, haruslah sesering mungkin dilakukan baik
dari semua pihak, harus diberikan sangksi yang tegas terhadap siswa yang
melanggarnya, hal ini ditujukan untuk memberikan efek jera, shg kegiatan dan tradisi
ini tidak dilakukan lagi oleh adik-adiknya pada kelulusan berikutnya.
Demikian
yang dapat saya sampaikan kurang lebihnya saya mohon maaf yang
sebesar-besarnya. Wabillahitaufiq walhidayah wardho walinayah , Wasalamu’alaikum
Wr.Wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar